PRESIDEN
REPU BLIK INDONESIA
-t77-
Pasal 326
Untuk dapat menggunakan hak atas cutimelahirkan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 325, PNS yang
bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis
kepada PPK atau pejabat yang menerima delegasi
wewenang untuk memberikan hak atas cutimelahirkan.
Hak cutimelahirkan sebagaimana dimaksud ... pada
ayat (1) diberikan secara tertulis oleh PPK atau
pejabat yang menerima delegasi wewenang untuk
memberikan hak atas cutimelahirkan.
Pasal 327
Selama menggunakan hak cutimelahirkan, PNS yang
bersangkutan menerima penghasilan PNS.
Bagian Ketujuh
Cuti Karena Alasan Penting
Pasal 328
PNS berhak atas cuti
No.1580
-11-
Pasal 14
(1)
Tunjangan Kinerja Pegawai yang melaksanakan cuti
tahunan, cuti besar, cutimelahirkan, cuti alasan
penting,
dan
cuti
sakit,
dibayarkan
secara
proporsional sebagai berikut:
a.
pegawai
yang
mengambil
cuti
tahunan,
Tunjangan Kinerja dibayarkan sebesar 100%
(seratus persen).
b.
pegawai yang mengambil cuti ... bulan kedua sebesar 25% (dua puluh lima
persen); dan
3.
bulan ketiga sebesar 10% (sepuluh persen);
c.
pegawai yang mengambil cutimelahirkan anak
kesatu, kedua dan ketiga, Tunjangan Kinerja
dibayarkan 100% (seratus persen);
d.
pegawai yang mengambil cuti karena alasan
penting, Tunjangan Kinerja dibayarkan sebesar
Jenderal/Inspektorat
Jenderal/Badan
Kepala Unit Pelayanan
Teknis
Untuk
pegawai
di
lingkungan
Unit
Pelayanan Teknis
2.
Persetujuan
pemberian
cuti
tahunan,
cuti
sakit,
dan
cutimelahirkan yang
dijalankan di
dalam negeri untuk PPPK
Delegasi
Kepala Biro dan Pusat
di
lingkungan
Sekretariat Jenderal
Formulir
Permintaan dan
Pemberian Cuti
Untuk ... Badan
Kepala Unit Pelayanan
Teknis
Untuk
pegawai
di
lingkungan
Unit
Pelayanan Teknis
3.
Persetujuan
pemberian
cuti
tahunan, cuti besar, cuti sakit,
cutimelahirkan, dan cuti alasan
penting yang dijalankan di luar
negeri untuk PNS
Delegasi
Sekretaris Jenderal
Formulir
Permintaan dan
Pemberian Cuti
No.188
-9-
(2)
Alasan yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi:
a.
sakit;
b.
cuti
tahunan,
cuti
besar,
cuti
sakit,
cutimelahirkan, dan cuti karena alasan penting;
c.
tugas kedinasan; atau
d.
tugas belajar.
(3)
Pegawai yang tidak masuk kerja dengan alasan yang ... inap
yang diketahui oleh Atasan Langsung Pegawai.
Pasal 14
Pegawai yang tidak masuk kerja karena cuti tahunan, cuti
besar, cuti sakit, cutimelahirkan, dan cuti karena alasan
penting sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) huruf
b wajib menyerahkan surat keterangan cuti
memberikan hak atas cuti sakit.
(2) Cuti sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dicatat
oleh pejabat yang membidangi kepegawaian.
Bagian Kelima
CutiMelahirkan
Pasal 88
(1) Untuk kelahiran anak pertama sampai dengan
kelahiran anak ketiga pada saat menjadi PPPK, PppK
berhak atas cutimelahirkan ... Lamanya cutimelahirkan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diberikan paling lama 3 (tiga) bulan.
Pasal 89
(1) PPPK dapat menggunakan hak atas cutimelahirkan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88, dengan
mengajukan permintaan secara tertulis kepada ppK
atau pejabat yang menerima delegasi wewenarrg untuk
memberikan
sehingga berbunyi sebagai
berikut:
Pasal 22
(1)
Pelaporan ketidakhadiran bagi Pegawai yang tidak
masuk kerja karena menjalankan cuti tahunan, cuti
besar, cutimelahirkan, cuti karena alasan penting,
atau cuti di luar tanggungan negara dilaksanakan
dengan tahapan:
a.
pegawai mengajukan permintaan cuti tahunan,
cuti besar, cuti ... melahirkan, cuti karena alasan
penting, atau cuti di luar tanggungan negara
secara tertulis kepada pejabat yang berwenang;
b.
pejabat
yang
berwenang
memberikan
cuti
persen) untuk setiap 1 (satu)
hari tidak masuk kerja dengan melampirkan
surat keterangan sakit dari dokter; dan/atau
c.
Pegawai yang melaksanakan cutimelahirkan
dikenakan
pengurangan
Tunjangan
Kinerja
sebesar:
1.
0%
(nol
persen),
bagi
Pegawai
yang
melaksanakan cutimelahirkan pertama
sampai dengan cutimelahirkan kedua ... puluh persen), bagi Pegawai yang
melaksanakan cutimelahirkan ketiga,
setiap bulan selama 3 (tiga) bulan masa cuti.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf
a
dikecualikan
bagi
Pegawai
yang
melaksanakan cuti alasan penting karena ibu,
bapak, isteri/suami, anak, adik, kakak, mertua, atau
menantu meninggal
No.684
-14-
Bagian Ketiga
CutiMelahirkan
Pasal 25
(1)
Untuk kelahiran anak pertama sampai dengan kelahiran
anak ketiga pada saat menjadi PPNPN, berhak atas cutimelahirkan.
(2)
Lamanya cutimelahirkan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dapat diberikan paling lama 3 (tiga) bulan.
(3)
Untuk dapat ... menggunakan hak atas cutimelahirkan
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), PPNPN yang
bersangkutan mengajukan permintaan secara tertulis
kepada Kepala Satuan Kerja atau pejabat yang menerima
delegasi wewenang untuk memberikan hak atas cutimelahirkan.
(4)
Hak cuti
huruf c terdiri atas:
a.
cuti bagi pegawai negeri sipil, meliputi:
1)
cuti tahunan;
2)
cuti besar;
3)
cuti sakit;
4)
cutimelahirkan;
5)
cuti karena alasan penting;
6)
cuti di luar tanggungan negara; dan
7)
cuti bersama.
b.
cuti bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian ... kerja,
meliputi:
1)
cuti tahunan;
2)
cuti sakit;
3)
cutimelahirkan; dan
4)
Tunjangan Kinerja.
(2)
Alasan yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi:
a.
sakit;
b.
cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cutimelahirkan,
dan cuti karena alasan penting;
c.
tugas kedinasan; atau
d.
tugas belajar.
(3)
Pegawai yang tidak masuk kerja dengan alasan yang ... dokter yang diketahui oleh atasan langsung
pegawai.
Pasal 24
Pegawai yang tidak masuk kerja karena cuti tahunan, cuti
besar, cuti sakit, cutimelahirkan, dan cuti karena alasan
penting sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (2) huruf b
wajib menyerahkan surat keterangan cuti
Hari untuk Hari
sebelum
pemberangkatan
dan
Hari
setelah
kepulangan
dari
komponen
kehadiran Pegawai;
b. bagi Pegawai perempuan yang menjalani
cuti besar dengan alasan kelahiran anak
keempat dan seterusnya, diberlakukan
pemotongan tunjangan kinerja sebesar
0% (nol persen) untuk paling lama 3 (tiga)
Bulan;
c. menjalani cuti ... Hari
dari komponen kehadiran Pegawai untuk
sisa cuti besar yang diambil setelah
dikurangi
jumlah
cuti
tahunan
sebagaimana dimaksud pada huruf c.
CutiMelahirkan
Tidak
dikenakan
pemotongan
tunjangan
kinerja
Cuti
di
Luar
Tanggungan
Negara
Dikenakan pemotongan tunjangan kinerja
sebesar 100% (seratus persen)
Tugas Kedinasan
Tidak
dikenakan
daerah, sekretariat dewan perwakilan rakyat
daerah, dinas daerah, dan lembaga teknis daerah.
16. Cuti adalah cuti tahunan, cuti besar, cuti sakit, cutimelahirkan dan cuti alasan penting.
17. Penandatanganan Naskah Dinas adalah hak, kewajiban
dan tanggung jawab yang ada pada seorang pejabat
untuk menandatangani naskah
kantor yang menyebabkan
tidak mencatatkan waktu kedatangan dan/atau
kepulangan;
d.
cuti tahunan;
e.
cuti sakit sampai dengan 1 (satu) bulan;
f.
cutimelahirkan;
g.
cuti alasan penting 1 (satu) sampai dengan 14
(empat belas) hari; atau
h.
cuti besar untuk kelahiran anak keempat dan
seterusnya
Pegawai.
(3)
Laporan kinerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dikecualikan bagi Pegawai yang:
a.
sedang menjalani cuti besar;
b.
sedang menjalani cutimelahirkan;
c.
sedang menjalani cuti
kandungan atau bedrest
yang dibuktikan dengan surat keterangan
dokter atau bidan untuk paling lama satu
setengah bulan.
(4)
Pegawai
yang
melaksanakan
cutimelahirkan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf d,
diberlakukan pengurangan Tunjangan Kinerja sebagai
berikut:
a.
0% (nol persen), bagi Pegawai yang melaksanakan
cuti ... melahirkan pertama sampai dengan cutimelahirkan kedua; dan
b.
20% (dua puluh persen) dari keseluruhan aspek
Tunjangan Kinerja, bagi Pegawai yang melaksanakan
cutimelahirkan ketiga, setiap bulan selama 3 (tiga)
bulan masa cuti.
Pasal 20
Pegawai yang tidak mengikuti upacara bendera pada hari besar
nasional
alasan penting; dan/atau
k.
cuti besar.
(2)
Pemotongan Tunjangan Kinerja tidak dikenakan kepada
Pegawai yang:
a.
menjalani cuti tahunan;
b.
menjalani cutimelahirkan;
c.
melaksanakan pendidikan dan pelatihan kurang dari
6 (enam) bulan; atau
d.
melaksanakan tugas kedinasan di luar kantor yang
menyebabkan tidak mengisi
semester.
(3)
Ketentuan
sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(1)
dikecualikan bagi pegawai yang:
a. sedang menjalani cuti besar; atau
b. sedang menjalani cutimelahirkan.
(4)
Persetujuan laporan Penilaian Kinerja Pegawai dilakukan
oleh atasan langsung paling lama 3 (tiga) hari kalender
sejak berakhirnya periode penilaian ... sejak hari Senin sampai dengan hari Jumat.
(2)
Hari Kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak
berlaku pada hari libur nasional atau cuti bersama yang
ditetapkan oleh Pemerintah
hari untuk hari
sebelum
pemberangkatan
dan
hari
setelah
kepulangan
dari
komponen
kehadiran Pegawai;
b. bagi Pegawai perempuan yang menjalani
cuti besar dengan alasan kelahiran anak
keempat dan seterusnya, diberlakukan
pemotongan tunjangan kinerja sebesar
0% (nol persen) untuk paling lama 3 (tiga)
bulan;
c. menjalani cuti ... hari dari
komponen kehadiran Pegawai untuk sisa
cuti besar yang diambil setelah dikurangi
jumlah
cuti
tahunan
sebagaimana
dimaksud pada huruf c.
CutiMelahirkan
Tidak dikenakan pemotongan tunjangan
kinerja
Cuti
di
Luar
Tanggungan
Negara
Dikenakan pemotongan tunjangan kinerja
sebesar 100% (seratus persen)
Tugas Kedinasan
Tidak dikenakan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (4) huruf a
terdiri atas:
a.
cuti tahunan;
b.
cuti besar.
c.
cuti sakit;
d.
cutimelahirkan;
e.
cuti karena alasan penting; dan
f.
cuti bersama.
Pasal 18
Bagi Pegawai yang melaksanakan cuti tahunan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal
yang
berlaku, dengan melampirkan surat keterangan dokter
sesuai ketentuan mengenai cuti sakit.
Pasal 21
Pengurangan Tunjangan Kinerja terhadap Pegawai yang
melaksanakan cutimelahirkan
Pasal 27
(1)
Tunjangan
kinerja
dibayarkan
bagi
Pegawai
yang
melaksanakan:
a.
Cuti tahunan;
b.
Cuti besar;
c.
Cuti sakit;
d.
Cutimelahirkan untuk kelahiran anak pertama
sampai dengan anak ketiga; dan
e.
Cuti karena alasan penting.
(2)
Tunjangan kinerja bagi Pegawai yang mengambil Cuti
tahunan ... dimaksud pada
ayat (1) huruf a dan huruf b dibayarkan sebesar 100%
(seratus persen)
(3)
Tunjangan kinerja bagi Pegawai yang mengambil Cutimelahirkan untuk kelahiran anak pertama sampai
dengan anak ketiga sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf d dibayarkan sebesar 100% (seratus persen)
(4)
Tunjangan
Cuti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf c terdiri
atas:
a.
cuti tahunan;
b.
cuti besar;
c.
cuti sakit;
d.
cutimelahirkan;
e.
cuti karena alasan penting; dan
f.
cuti bersama.
Pasal 24
Bagi Pegawai yang melaksanakan cuti tahunan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 23 huruf ... besar dengan alasan
menjalankan ibadah haji diberlakukan pengurangan
tunjangan kinerja sebesar 0% (nol persen);
b.
bagi Pegawai perempuan yang menjalani cuti besar
dengan
alasan
kelahiran
anak
keempat
dan
seterusnya, diberlakukan pengurangan tunjangan
kinerja sebesar 0% (nol persen) untuk paling lama 3
(tiga) bulan; atau
Pasal 7 ayat (1) huruf c
terdiri atas:
a. cuti tahunan;
b. cuti bersama;
c. cuti besar;
d. cuti sakit;
e. cutimelahirkan; dan
f. cuti karena alasan penting.
Pasal 21
Bagi Pegawai yang melaksanakan cuti tahunan dan/atau cuti
bersama sebagaimana dimaksud dalam Pasal ... Tunjangan
Kinerja sebesar 1% (satu persen) untuk hari sebelum
pemberangkatan dan hari setelah kepulangan.
b.
bagi Pegawai perempuan yang menjalani cuti besar
dengan
alasan
kelahiran
anak
keempat
dan
seterusnya, diberlakukan pengurangan Tunjangan
Kinerja sebesar 0% (nol persen) untuk paling lama 3
(tiga) bulan; atau
negara.
(3)
Bagian Kedua
Jenis Cuti
Pasal 310
Cuti terdiri atas:
a. cuti tahunan;
b. cuti besar;
c. cuti sakit;
d. cutimelahirkan;
e.
f.
cuti karena alasan penting;
cuti bersama; dan
cuti di luar tanggungan negara.
Bagian Ketiga
surat cuti.
(6)
Cuti sebagaimana dimaksud pada ayat (5) terdiri
atas:
a.
cuti tahunan;
b.
cuti besar;
c.
cuti sakit;
d.
cutimelahirkan;
e.
cuti karena alasan penting; dan
f.
cuti di luar tanggungan Negara.
(7)
Atasan langsung sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) meliputi:
www.peraturan.go.id
KETERANGAN :
I
:
IZIN
CT
:
CUTI TAHUNAN
CB
:
CUTI BESAR
Mengetahui,
CS
:
CUTI SAKIT DENGAN SURAT KETERANGAN DAN SURAT DOKTER
Kepala .................................
CM
:
CUTIMELAHIRKAN
CAP
:
CUTI KARENA ALASAN PENTING
CLTN
:
CUTI DILUAR TANGGUNGAN NEGARA
DL
:
DINAS LUAR
............................................
TL
:
TUGAS LUAR
NIP. ....................................
TB
:
TUGAS PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
Pejabat
Pimpinan
Tinggi
Pratama dan Pejabat
Fungsional
Ahli
Madya
L.
Persetujuan Cuti
1.
Persetujuan
pemberian
cuti
tahunan, cuti besar, cuti sakit,
cutimelahirkan, dan cuti alasan
Delegasi
Kepala Biro dan Pusat
di
lingkungan
Sekretariat Jenderal
Formulir
Permintaan dan
Pemberian Cuti
Untuk
pegawai
di
lingkungan
Sekretariat
Kantor Dagang dan
Ekonomi Indonesia
Taipei.
5.
Persetujuan
pemberian
cuti
tahunan,
cuti
sakit,
dan
cutimelahirkan yang dijalankan di luar
negeri untuk PPPK
Delegasi
Sekretaris Jenderal
Formulir
Permintaan dan
Pemberian Cuti
Untuk para Pejabat
Pimpinan
Tinggi
Pratama
Kepala Biro Organisasi
dan
Sumber
Daya
Manusia
Untuk
masuk kerja;
b.
terlambat masuk kerja;
c.
pulang sebelum waktu kerja;
d.
tidak melakukan rekam kehadiran;
e.
cuti besar, cuti sakit, cutimelahirkan, dan cuti
karena alasan penting; dan/atau
f.
tidak mengikuti upacara bendera.
(4)
Pengurangan Tunjangan Kinerja sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) dan ayat
paling
lambat
1
(satu)
hari
kerja
sebelum
melaksanakan cuti bagi Pegawai yang tidak masuk
kerja
karena
cuti
tahunan,
cuti
besar,
cutimelahirkan, dan cuti karena alasan penting;
c.
paling lambat 3 (tiga) hari kerja berikutnya bagi
Pegawai yang tidak masuk kerja karena cuti sakit
PRES IDEN
REPUBLIK INDONESIA
-42-
c. Cutimelahirkan; dan
d. Cuti bersama.
Bagian Ketiga
Cuti Tahunan
Pasal 78
(1) PPPK yang telah bekerja paling sedikit 1 (satu) tahun
secara terus menerus berhak atas cuti tahunan.
(21 Lamanya hak atas cuti tahunan sebagaimana
dimaksud pada ayat
dapat memberikan izin sementara secara
tertulis untuk menggunakan hak atas cuti karena
alasan penting.
(3)
Format
surat
cuti
tahunan,
cuti
besar,
cutimelahirkan, cuti karena alasan penting, dan cuti di
luar tanggungan Negara sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dibuat sesuai dengan contoh 5 dan
contoh
Pasal 21 diubah sehingga berbunyi sebagai
berikut:
Pasal 21
(1) Pegawai yang melaksanakan cuti besar, cuti alasan
penting, cuti sakit, dan cutimelahirkan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf d,
diberlakukan
pengurangan
Tunjangan
Kinerja
sebagai berikut:
www.peraturan.go.id
mencapai SKP yang telah ditetapkan;
d. melaksanakan cuti, meliputi:
1.
cuti besar;
2.
cuti alasan penting;
3.
cuti sakit; dan/atau
4.
cutimelahirkan
e.
tidak mengikuti upacara bendera/apel sesuai
dengan ketentuan di lingkungan unit kerjanya;
dan/atau
f.
tidak menggunakan Pakaian Seragam Kerja.
(1a) Cuti sebagaimana
melahirkan
sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) diberikan secara tertulis
No.684
-12-
b.
cutimelahirkan;
c.
cuti karena alasan penting; dan
d.
cuti bersama.
(4)
Pemberian cuti PPNPN sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), dibuat sesuai dengan format tercantum dalam
Lampiran VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Peraturan Menteri ini.
Bagian Kedua
Cuti Sakit
Pasal
cuti
bersama.
Pasal 19
(1)
Pengurangan
Tunjangan
Kinerja
dikecualikan
bagi
Pegawai Aparatur Sipil Negara yang sedang:
a. menjalani
Pegawai
Aparatur Sipil Negara yang sedang:
a. menjalani cuti tahunan hingga 1 (satu) bulan kalender;
b. menjalani cuti besar;
c. menjalani cutimelahirkan;
d. menjalani cuti sakit
menjalani cutimelahirkan; dan
e. menjalani cuti karena alasan penting.
(2)
Pelaksanaan dan mekanisme cuti sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
(3)
Pegawai negeri sipil yang melaksanakan Tugas Belajar
dengan
dibebastugaskan
dari
jabatan,
diberikan
Tunjangan Kinerja secara penuh pada
ayat (1) huruf a dikecualikan bagi pegawai yang:
a.
sedang menjalani cuti tahunan;
b.
sedang menjalani cuti besar;
c.
sedang menjalani cutimelahirkan;
d.
sedang menjalani cuti sakit;
e.
sedang menjalani cuti karena alasan penting;
f.
sedang melaksanakan tugas belajar; atau
g.
dinyatakan meninggal dunia
cuti
tahunan;
b.
menjalani
cuti
melahirkan
;
c.
melaksanakan tugas belajar;
d.
melaksanakan pendidikan dan pelatihan kurang dari
6 (enam) Bulan; dan/atau
e.
melaksanakan tugas kedinasan di luar kantor
setiap semester.
(3)
Kewajiban
sebagaimana
dimaksud
pada
ayat
(1)
dikecualikan bagi Pegawai yang:
a.
sedang menjalani cuti besar;
b.
sedang menjalani cutimelahirkan; atau
c.
dinyatakan meninggal dunia oleh pejabat yang
berwenang.
(4)
Persetujuan
dokumen
evaluasi
periodik
Pegawai
dilakukan oleh atasan langsung Pegawai paling lambat
lingkungan Sekretariat
Jenderal;
ee.
Cuti besar, Cuti sakit di atas 14 (empat belas) hari
kerja sampai dengan 1 (satu) tahun kalender, Cutimelahirkan dan cuti karena alasan penting bagi PNS
yang menduduki jabatan administrator ke bawah,
Jabatan Fungsional ahli muda ke bawah dan
Jabatan Fungsional
sakit lebih dari 1 (satu)
bulan;
d.
sedang menjalani
cuti
karena alasan penting,
minimal 15 (lima belas) hari
satu) tahun
3% per hari
kalender
E.
Pemotongan Tunjangan Kinerja Pegawai yang Melaksanakan Cuti Besar
No.
Uraian
Persentase
Pemotongan
1.
Cuti besar karena melahirkan anak keempat dan
seterusnya
0%
2.
Cuti besar bulan pertama
25%
3.
Cuti besar bulan kedua
50%
4.
Cuti besar bulan
cuti
besar;
b.
cuti
alasan penting;
c.
cuti
sakit; dan/atau
d.
cuti
melahirkan
.
Pasal 19
(1)
Pegawai yang melaksanakan
cuti
besar dan
cuti
alasan
penting sebagaimana dimaksud dalam Pasal 18 huruf a
dan b dikenakan
PEMOTONGAN TUNJANGAN KINERJA BAGI PEGAWAI
NO
ALASAN
PEMOTONGAN
KETENTUAN PEMOTONGAN
1
Menjalani cuti tahunan
Tidak dikenakan pemotongan Tunjangan
Kinerja.
2
Menjalani cutimelahirkan Tidak dikenakan pemotongan Tunjangan
Kinerja.
3
Melaksanakan pendidikan
dan pelatihan kurang dari
6 (enam) bulan
Tidak dikenakan pemotongan Tunjangan
Kinerja.
4
Melaksanakan
;
c.
melaksanakan tugas belajar;
d.
melaksanakan pendidikan dan pelatihan kurang dari
6 (enam) bulan; dan/atau
e.
melaksanakan tugas kedinasan di luar kantor
dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) huruf j,
dikenakan pemotongan tunjangan kinerja Pegawai dengan
ketentuan sebagai berikut:
a.
cuti alasan penting dengan alasan mendampingi istri
yang
melahirkan,
diberlakukan
pengurangan
tunjangan kinerja sebesar 2% (dua persen) per Hari
dimulai Hari ke-11 dari komponen kehadiran
Pegawai ... koma lima
persen)
per
Hari
untuk
Hari
sebelum
pemberangkatan dan hari setelah kepulangan;
b.
bagi Pegawai perempuan yang menjalani cuti besar
dengan
alasan
kelahiran
anak
keempat
dan
seterusnya, diberlakukan pemotongan tunjangan
kinerja sebesar 0% (nol persen) untuk paling lama 3
(tiga) bulan;
c.
menjalani
cuti
sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 17 huruf d diberlakukan sebesar 0% (nol persen) untuk
paling lama 3 (tiga) bulan, bagi Pegawai perempuan yang ... menjalani
cuti
melahirkan
untuk
kelahiran
anak pertama
sampai dengan anak ketiga.
Pasal 22
(1)
Pengurangan Tunjangan Kinerja terhadap Pegawai yang
melaksanakan
cuti
karena alasan penting sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 17 huruf e, dilakukan dengan
ketentuan sebagai berikut:
a.
bagi Pegawai yang menjalani
koma lima persen) untuk hari
sebelum
pemberangkatan
dan
hari
setelah
kepulangan.
b.
bagi Pegawai perempuan yang menjalani cuti besar
dengan
alasan
kelahiran
anak
keempat
dan
seterusnya, diberlakukan pengurangan Tunjangan
Kinerja sebesar 0% (nol persen) untuk paling lama 3
(tiga) bulan; atau
c.
bagi Pegawai yang
triwulan
berikutnya
b) cuti
Jenis Cuti
Indikator
Besar
Potongan
Keterangan
Cuti tahunan
-
0%
dibayarkan 100%
Cuti besar
-
0%
dibayarkan 100%
Cuti besar untuk
kelahiran anak
keempat dan
seterusnya
bulan pertama
0%
dibayarkan 100%
bulan kedua
50%
dibayarkan 50%
bulan ketiga
75%
dibayarkan 25%
Cuti sakit
Pegawai yang sedang mengalami sakit
berat dan membutuhkan perawatan dan/atau Keadaan
Kahar.
Pasal 27
Pengurangan Tunjangan Kinerja terhadap Pegawai yang
melaksanakan cutimelahirkan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 23 huruf d diberlakukan sebesar 0% (nol persen) untuk
paling lama 3 (tiga) bulan, bagi Pegawai perempuan yang ... menjalani cutimelahirkan untuk kelahiran anak pertama
sampai dengan anak ketiga.
Pasal 28
(1)
Pengurangan Tunjangan Kinerja terhadap Pegawai yang
melaksanakan cuti karena alasan penting sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 23 huruf e, dilakukan dengan
persen) untuk
pelaksanaan
cuti
karena
alasan
penting
hari
berikutnya; dan
b.
bagi Pegawai laki-laki yang menjalani cuti karena
alasan penting dengan alasan mendampingi istri yang
melahirkan baik secara normal atau melalui operasi
sesar, diberlakukan pengurangan Tunjangan Kinerja
sebesar 0% (nol persen) untuk paling lama
yang berlaku, dengan melampirkan surat keterangan
dokter sesuai ketentuan mengenai cuti sakit.
Pasal 24
Pengurangan Tunjangan Kinerja terhadap Pegawai yang
melaksanakan cutimelahirkan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 20 huruf e diberlakukan sebesar 0% (nol persen) untuk
paling lama 3 (tiga) bulan, bagi Pegawai perempuan yang ... menjalani cutimelahirkan untuk kelahiran anak pertama
sampai dengan anak ketiga.
Pasal 25
(1)
Pengurangan Tunjangan Kinerja terhadap Pegawai yang
melaksanakan cuti karena alasan penting sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 20 huruf f, dilakukan dengan
ketentuan sebagai berikut:
a.
bagi Pegawai yang menjalani cuti karena alasan