a. bahwa untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Angkasa Pura I, dipandang perlu melakukan penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Angkasa Pura I; b. bahwa kekayaan Negara Republik Indonesia yang dananya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1996/1997 yang berupa fasilitas Bandar Udara Ngurah Rai, Bandar Udara Hasanuddin, Bandar Udara Sepinggan, Bandar Udara Sam Ratulangi, Bandar Udara Adi Sutjipto, Bandar Udara Adisumarmo, Bandar Udara Selaparang, Bandar Udara Achmad Yani, Bandar Udara Pattimura, Bandar Udara Frankaisiepo dan Bandar Udara Syamsudin Noor dpat ditetapkan sebagai panambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Angkasa Pura I; c. bahwa penambahan penyertaan modal Negara tersebut, perlu ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;
Dibaca otomatis dari naskahnya. Untuk keperluan resmi, rujuk naskah aslinya di bawah.