a. bahwa untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha Perusahaan Perseroan (PERSERO) Angkasa Pura II, dipandang perlu untuk melakukan penambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (PERSERO) tersebut; b. bahwa kekayaan Negara Republik Indonesia yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara , pinjaman luar negeri dan kredit ekspor yang berupa fasilitas bandar udara dan keselamatan penerbangan di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Bandar Udara Supadio-Pontianak, Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II-Palembang, Bandar Udara Tabing-Pada, Bandar Udara Simpang Tiga-Pekanbaru, Bandar Udara Polonia-Medan, Bandar Udara Sultan Iskandar Muda-Banda Aceh, dan Bandar Udara Husein Sastranegara-Bandung, dapat ditetapkan sebagai tambahan penyertaan modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Angkasa Pura II; c. bahwa penambahan penyertaan modal Negara tersebut, perlu ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;
Dibaca otomatis dari naskahnya. Untuk keperluan resmi, rujuk naskah aslinya di bawah.